Mindsound is like a cheat code for your productivity and mental resilience.
It helps you stay relevant and fiercely competitive. But honestly? You probably don't want your
colleagues to know you're using it.
The Core Philosophy
At its core, Mindsound is a productivity tool powered by neuroscience—with a subtle inception of
occultism. And no, this isn't another AI tool. We don't rely on algorithms to do the thinking
for you; instead, we optimize your own brain through an applied neuroscientific lens—tested and
proven through years of self-experimentation.
Absolute Discretion By Design
Our mission is simple: to help you survive this "AI-pocalypse" by preserving and optimizing your
most valuable resource—your MIND. In fact, we take
discretion so seriously that half of our clients have asked us to completely remove the
"Mindsound" branding from the user interface. And yes, we happily comply with their need for
privacy.
The "Anti-Startup" Philosophy
Unlike typical tech companies, our founder, Hartadi, didn’t build
Mindsound to get rich, become a tech millionaire, or "change the world."
Since 2004, we have served fewer than 20,000 paid clients. More than 90% of them only paid us
ONCE. A single one-time payment. Unlimited
installs. Lifetime updates. No vendor lock-in. No cloud lock-in.
"Financially speaking, this is a terrible business model. No venture capital firm or tech investor
would ever touch us. It is definitely not the path to the top of tech business. Yet, we committed
to this path for life. And somehow, against all odds, we have survived and thrived for the last 22
years."
Don’t take our word for it—feel free to check the Wayback Machine for our
archives dating back to 2004. We even have old threads lurking in YahooGroups from back in the day
(and yes, we're that old).
→ Verify us on the Wayback Machine
To date, our free Windows app has been downloaded by fewer than 300,000 users, with roughly 10%
utilizing it on a daily basis. Interestingly, 95% of our users discovered us purely through
word-of-mouth—recommended by someone they deeply trust.
Knowing When Enough is Enough
The tech world already has MindValley for pop-culture personal development, and
Headspace with its billion-dollar valuation and 50 million active users.
Mindsound is the exact opposite. Our culture is more akin to nerds hiding in a cave.
As a hardcore Stoic, our founder’s philosophy is simple: enough is enough. A decent meal is enough. A
modest lifestyle is enough. A solid, leak-free roof over our heads is more than enough.
Building Mindsound isn't a corporate strategy; it’s a way of life. We built this productivity tool
primarily for ourselves, so we could pursue the things we love without burning out. It allows us to
manage countless exciting projects, research papers, and experiments simultaneously.
The Result
It’s like having a second brain—except it’s not just one. It’s an entire network of them.
Mindsound itu seperti cheat-code untuk produktivitas dan resiliensi mentalmu.
Mindsound membantumu untuk tetap relevan dan kompetitif di level tertinggi. Tapi jujur saja? Kamu
mungkin tidak ingin rekan kerjamu tahu kalau kamu menggunakannya.
Filosofi Dasar
Pada intinya, Mindsound adalah alat penunjang produktivitas yang digerakkan oleh ilmu
Neurosains—dengan sedikit sentuhan Okultisme. Dan tidak, ini bukan alat AI lainnya. Kami tidak
mengandalkan algoritma untuk berpikir menggantikanmu; melainkan, kita mengoptimalkan otakmu
sendiri melalui lensa neurosains terapan—yang diuji dan dibuktikan melalui eksperimen mandiri
selama bertahun-tahun..
Kerahasiaan Klien
Misi kami sederhana: membantumu bertahan di era "AI-pocalypse" ini dengan menjaga dan
mengoptimalkan aset paling berhargamu—PIKIRANMU. Saking
seriusnya kami menjaga privasi, setengah dari klien kami meminta agar logo atau tulisan
"Mindsound" dihapus sepenuhnya dari tampilan aplikasi. Dan ya, kami dengan senang hati memenuhi
permintaan privasi mereka.
Filosofi "Anti-Startup"
Berbeda dengan perusahaan teknologi pada umumnya, founder kami, Hartadi, tidak membangun Mindsound untuk menjadi kaya, menjadi
miliarder teknologi, atau sekadar jargon "mengubah dunia."
Sejak tahun 2004, kami hanya melayani kurang dari 20.000 klien berbayar. Dan lebih dari 90% dari
mereka hanya membayar kami SEKALI. Satu kali
bayar. Instalasi tanpa batas. Pembaruan seumur hidup. Tanpa ikatan vendor (*no vendor lock-in*).
Tanpa ketergantungan cloud (*no cloud lock-in*).
"Secara finansial, bagi kami, ini adalah model bisnis yang buruk. Tidak akan ada Venture Capital
atau investor
teknologi yang berminat mendanai kami. Jelas ini bukan cara untuk menuju bisnis teknologi kelas
dunia.
Tapi, kami berkomitmen pada jalan ini seumur hidup. Dan entah bagaimana, melawan segala arus, kami
bertahan dan eksis selama 22 tahun terakhir."
Jangan langsung percaya klaim kami—silakan cek Wayback Machine untuk melihat
arsip digital kami sejak tahun 2004. Kami bahkan masih punya rekam jejak diskusi di YahooGroups dari
zaman purba dulu (ya, kami se-tua itu).
→ Verifikasi kami di Wayback Machine
Hingga hari ini, aplikasi Windows gratis kami telah diunduh oleh kurang dari 300.000 pengguna,
dengan sekitar 10% di antaranya menggunakannya setiap hari. Menariknya, 95% pengguna baru datang
murni dari rekomendasi mulut ke mulut (*word-of-mouth*)—dari orang yang sangat dekat dan mereka
percayai.
Tahu Kapan Harus Berkata "Cukup"
Dunia teknologi sudah punya MindValley untuk pengembangan diri pop-culture, dan
Headspace dengan valuasi miliaran dolar serta 50 juta pengguna aktif.
Mindsound adalah kebalikannya. Kultur kami lebih mirip seperti sekelompok kutu buku (*nerds*) yang
bersembunyi di dalam gua.
Sebagai seorang Stoik tulen, filosofi founder kami sangat sederhana: enough is enough. Makan layak sudah cukup. Gaya
hidup sederhana sudah cukup. Memiliki atap rumah yang bagus dan tidak bocor sudah lebih dari cukup
bagi kami.
Membangun Mindsound bukanlah strategi korporat; ini adalah jalan hidup. Kami membuat alat
produktivitas ini utamanya untuk diri kami sendiri, agar kami bisa mengejar hal-hal yang kami cintai
tanpa harus mengalami kejenuhan ekstrim (*burnout*). Ini memungkinkan kami mengelola proyek menarik,
riset, dan eksperimen yang tak terhitung jumlahnya secara bersamaan.
Hasil Akhirnya
Ini seperti memiliki otak kedua—hanya saja, bukan cuma satu. Melainkan sebuah jaringan utuh dari banyak otak
kedua.